IGX (1)
in , , ,

Aksi Tak Terpuji Dilakukan Oleh RRQ pada Gelaran DOTA 2 IGX 2018

Dafunda eSports – IGX 2018 merupakan turnamen yang berhasil menciptakan esports AOV, Point Blank, dan Abuget Cup. Namun sangat disayangkan, pada turnamen tersebut terjadi sedikit kekacauan di cabang DOTA 2 dimana salah satu tim yang mengikuti kontes tersebut melakukan Walk Out, dimana RRQ sebenarnya telah masuk ke grand final.

IGX

Tim yang berhasil menjadi juara pada turnamen tersebut yakni PG.BarracX yang berhasil mengalahkan salah satu kandidat yakni RRQ. Namun terjadi suatu masalah pada saat pertandingan berlangsung yakni terjadinya putus koneksi internet.

Melihat hal tersebut, pertandingan terpaksa di pause karena sedang mencari solusinya, namun karena terlalu lama akhirnya lobby pertandingan pun menghilang. Masalah pun dimulai disini, dimana keputusan panitia untuk melakukan remake (pertandingan ulang) ditentang oleh PG.BarracX yang sebenarnya telah unggul dari segi kill dan networth. Panitia pun akhirnya secara langsung meralat dan memberikan kemenangan di game pertama kepada PG.BarracX atas pertimbangan kondisi tersebut.

Melihat keputusan panita, RRQ merasa dirugikan, alhasil mereka melakukan aksi walk out dan menyerahkan gelar juara kepada PG.BarracX. Tidak sampai disitu, kondisi kembali memanas dimana panitia akan mengancam menarik hadiah juara kedua dari RRQ yang tidak mau menyelesaikan permainan.

Salah satu pemain RRQ yakni Farand KoaLA Kowara tidak terima atas pernyataan panita dengan berteriak seakan tidak terima atas keputusan dan ancaman dari sang panitia yang dianggap merugikan timnya.

ARTIKEL TERKAIT
Visa Pemain Ditolak, iG.Vitality dan LGD.FY Terancam Gagal Ikut Boston Major

Melihat kondisi tersebut, pihak penyelanggara langusng melakukan diskusi untuk mencari jalan keluar yang terbaik sehingga RRQ menerima keputusan mereka untuk forfeit di partai final, dan secara otomatis mereka keluar sebagai juara kedua. Walaupun menerima keputusan tersebut, pihak RRQ tetap tidak ingin mengikuti closing ceremony dan pergi meninggalkan venude pertandingan terlebih dahulu.

Menurut saya pribadi, kesalahan teknis seperti itu tidaklah boleh terjadi pada suatu pertandingan yang puncaknya sudah mencapai final. Kalaupun terpaksa, setidaknya carilah jalan keluar yang lebih adil dan tidak membuat salah satu tim merasa kecewa. Namun nampaknya kompetisi ini belum siap 100% sehingga terjadi hal yang tidak dinginkan.

Berharap saja bahwa semoga turnamen selanjutnya akan berlangsung dengan seadil-adilnya dengan persiapan yang matang. Jadi menurut kamu gimana nih? Apakah keputusan dari panitia tersebut sudah adil apa belum yah?

.

Syahrul Nizam

Dafunda Game Team, Indonesia is my city.